Jumat, 29 Juni 2012

MAF'UL BIH


اَلْمَفْعُوْلُ بِهِ

Siang sahabat-sahabat netter yang baik hati dan tidak sombong. Kali ini kita akan membahas tentang maf’ul bih. Dalam bab ini kita membahas tentang definisi maf’ul bih, pembagian maf’ul bih ketentuan dalam maf’ul bih dan contoh maf’ul bih dalam al Quran.
Untuk lebih jelas tentang maful bih  Perhatikan contoh kalimat pada tabel berikut ini :

اَحْمَدُ يَقْرَأُ اَلْكِتَابَ

AHMAD MEMBACA BUKU
Ahmad : subjek (mubtada)
Yaqrau : predikat (khabar)
Alkitaba : objek (maf’ul bih)
عُثْمَانُ اَكَلَ رُزًّا

USMAN MAKAN NASI
Usman : Subjek (mubtada)
Akala    : predikat (khabar)
Rujjan  : objek (maf’ul bih)
عُمَرُ يَكْتُبُ رِسَالَةً

UMAR MENULIS SURAT
Umar      : subjek (mubtada)
Yaktubu : predikat (khabar)
Risalatan : objek (maf’ul bih)
اَحْمَدُ ضَرَبَ سَارِقًا

AHMAD MEMUKUL PENCURI
Ahmad : subjek (mubtada)
Dhoroba : predikat (khabar)
sariqon   : objek (maf’ul bih)


Dari tabel di atas bisa kita pahami bahwa maf’ul bih (dalam bahasa arab) sama dengan objek  dalam bahasa Indonesia. Dalam kaidah bahasa arab maf’ul bih bisa didefinisikan sebagai berikut :
1.     DEFINISI (تَعْرِيْف )
اسمٌ دلَّ على مَا وَقَعَ عليه فِعْلٌ الفَاعل
 Isim (kata benda) yang menunjukan pada sesuatu atau orang yang dikenai pekerjaan (atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan objek)

2.      PEMBAGIAN MAF’UL BIH

Maf’ul bih terbagi kepada 2 bagian yaitu
1.      Dzohir (ظَاهِرٌ)
Maf’ul dzohir adalah maf’ul (objek) yang menunjukan kepada nama atau benda dan bukan berupa kata ganti. Perhatikan contoh berikut.

AHMAD MENGAMBIL BUKU DARI PERPUSTAKAANYang menjadi maf’ul bih adalah kata كِتَابًا   (kata كِتَابًا   adalah maf’ul bih dzohir karena (kata benda dan bukan kata ganti)
اَخَذَ مُحَمَدٌ كِتَابًا مِنَ المَكْتَبَة

2.      Dhomir (ضَمِيْرٌ)

AHMAD MENGAMBILNYA (BUKU). Yang menjadi maf’ul bih adalah kata هُ    (kata هُ    adalah maf’ul bih dhomir karena berupa kata ganti)
اَخَذَ هُ مُحَمَدٌ مِنَ المَكْتَبَة


3.      KETENTUAN MAF’UL BIH
a.      Baris Maf’ul bih harus nasab
Mari kita lihat contoh di bawah ini

اَكَلَ مُحَمَدٌ رُزًّا
Muhammad makan nasi
Kata yang digaris bawahi yaitu kata  رُزًّا
 Barisnya dinasabkan karena kedudukannya menjadi maful bih (objek)
عَلَّمَ اُسْتَاذٌ تِلْمِيْذًا
Guru mengajar murid
Kata yang digaris bawahi yaitu kata تِلْمِيْذًا  barisnya dinasabkan karena kedudukannya menjadi maf’ul bih (objek)

4.      Beberapa contoh maf’ul bih dalam al Qur’an

Ayat
Surat
Keterangan
وَرَاَيْتَ النَاسَ يَدْخُلُوْنَ  فِيْ دِيْنِ اللهِ اَفْوَاجًا
Q.S An Nasr : 2
Dan Engkau melihat Manusia masuk islam dengan berbondong bondong
رَاَيْ (melihat : fiil (predikat)
تَ  (engkau : fail (subjek))
النَاسَ (manusia : maf’ul bih (objek)) maf’ul bih nya dzohir. Karena jadi maf’ulbih maka barisnya di nasabkan dibaca annasa
اَلْهَــكُمُ التَكَاثُرُ
Q.S Attakatsur : 1
Telah melalaikan kepadamu hidup bermegah megahan
الْهَـ (melalaikan : fi’il (predikat))
كُمُ (kepadamu : maf’ul bih (objek)
التَكَاثُرُ (bermegah-megahan : fa’il (subjek)
 Jenis maf’ul bih pada ayat ini dibuat dari isim dhomir yaitu lafadz  كُمْ (kamu)

حَتَى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
Q.S At takatsur : 2
Hingga Engkau masuk kedalam kubur
زُرْ (masuk “ fi’il : predikat)
تُمُ (kamu : fa’il : subjek)
الْمَقَابِرَ (kubur : maf’ul bih : objek)
اِيَّاكَ نَعْبُدُ
Q.S Al Fatihah : 5
اِيَاكَ (hanya kepadamu : maf’ul bih (objek)
نَعْبُدُ (kami : fa’il (subjek) beribadah : predikat (fi’il)

Temen-temen demikian sekilas pembahasan tentang maf’ul bih semoga bermanfaat.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar